Sederhana dan Akurat

Tradisi ‘MANGAYU’ Masih Bertahan di Tanah Bumbu Kalsel

2,576

TANAH BUMBU, lugasnusantara.co.id – Tradisi ‘mangayu’ atau ‘bacari kayu’ masih kental dan melekat dilakukan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Tradisi ini biasanya dilakukan masyarakat untuk menyambut kegiatan hajatan atau acara besar di kampung mereka. Seperti acara resepsi perkawinan.

Di Desa Sari Gadung, Kecamatan Simpang Empat, tradisi ini masih dilaksanakan. Seperti persiapan acara resepsi perkawinan di rumah Ibad dan Ilui, Minggu (29/5).

Di sini mangayu dilakukan secara gotong royong oleh kaum laki-laki. Tak kenal usia, baik tua maupun muda mereka pergi ke hutan mengumpulkan kayu-kayu untuk di bawa ke rumah orang yang berhajat. Kayu itu sebagai bahan bakar untuk memasak.

Kaum laki-laki mengangkut kayu yang sudah dipotong.
Kaum laki-laki mengangkut kayu yang sudah dipotong.

Samad warga setempat mengatakan tradisi mangayu ini sudah sejak lama dilakukan kalau ada acara besar di desanya.

“Meski sekarang sudah mulai pudar, tetapi di sini masih tetap laksanakan,” terangnya.

Tradisi mangayu ini, kata Samad, juga dinilai masyarakat setempat sebagai ajang silaturahmi dan tempat berkumpul dalam melakukan pekerjaan secara gotong royong.

“Di acara mangayu ini, kekentalan silaturahmi dibangkitkan dengan gotong royong,” ucapnya.

Usai bacari kayu, kayu dikumpulkan di rumah yang memiliki hajat dan dilanjutkan dengan memotong dan membelahnya dengan menggunakan kapak yang disebut manungkih kayu.

Kayu yang besar-besar ditungkih (dipotong) menggunakan kapak atau mesin potong agar lebih mudah digunakan untuk menyalakan api.

Biasanya kayu yang digunakan sangat beragam, seperti kayu alaban, kayu karet atau kayu akasia.

Disaat kaum laki-laki sibuk batungkih kayu, para wanita juga sibuk mempersiapkan hidangan untuk dimakan bersama waktu siang.

Biasanya hidangan yang disuguhkan adalah nasi, ikan asin, lengkap dengan sayur humbut dan waluh, termasuk gangan basantan (sayur umbut dan labu).

Kaum wanita mempersiapkan makanan untuk kaum laki-laki.
Kaum wanita mempersiapkan makanan untuk kaum laki-laki.