Sederhana dan Akurat

Pemerintah Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa di Myanmar

1,751

JAKARTA, lugasnusantara.co.id – Sebagai bentuk perhatian dan solidaritas atas bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang terjadi di Myanmar baru-baru ini, Pemerintah Indonesia mengirimkan Satgas Bantuan Kemanusiaan yang melibatkan sejumlah Kementerian dan Lembaga, seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, TNI, BNPB, Basarnas dan sejumlah instansi lainnya.

Untuk meyakinkan penyiapannya, dilaksanakan Apel Gelar Kesiapan Operasi Bantuan Kemanusiaan. Apel tersebut dipimpin Panglima TNI yang diwakilkan oleh Asisten Operasi (Asops) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, di Kolinlamil, Jakarta Utara, pada Senin (31/03/25).

Di tengah berlangsungnya hari raya Idul Fitri, prajurit TNI meninggalkan keluarganya untuk mengadakan penyiapan keberangkatan Satgas Bantuan Kemanusiaan untuk korban gempa di Myanmar. Ini adalah bentuk komitmen prajurit TNI untuk selalu siap ketika ada panggilan tugas negara.

Operasi kemanusiaan yang dilaksanakan kali ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Indonesia atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam membantu negara sahabat yang terdampak bencana.

Dalam amanatnya, Asops Kasal menegaskan pentingnya pelaksanaan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Kita melaksanakan Apel Gelar Kesiapan Operasi Bantuan Kemanusiaan Luar Negeri untuk membantu korban gempa di Myanmar. Presiden RI telah memerintahkan jajarannya untuk segera bertindak, oleh karena itu, laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh,” ujar Asops Kasal.

Operasi ini merupakan bagian dari operasi militer selain perang (OMSP), sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, yang mencakup tugas TNI dalam membantu penanggulangan bencana serta bantuan kemanusiaan di dalam maupun luar negeri. Operasi ini juga merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden RI Prabowo Subianto dan langkah konkret Panglima TNI yang telah memerintahkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) dan Sub Satgas, termasuk penyiapan kapal perang beserta personelnya.

Salah satu kapal yang disiapkan untuk mendukung operasi ini adalah Kapal Republik Indonesia (KRI) dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, yang rencana berangkat dari Pangkalan Utama TNI AL (Kolinlamil), Jakarta Utara.

Sebagai sarana utama pengiriman bantuan, Kapal Republik Indonesia (KRI) dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 ini memiliki fasilitas rumah sakit kontainer (containerized hospital) dengan peralatan medis lengkap serta didukung oleh tenaga kesehatan dari berbagai unsur. Perjalanan menuju lokasi bencana diperkirakan akan memakan waktu sekitar empat hari.

Dengan komitmen kuat dan semangat kemanusiaan, Pemerintah Indonesia siap menyalurkan bantuan untuk meringankan penderitaan korban gempa di Myanmar. Bantuan ini menjadi bukti nyata solidaritas Indonesia dalam memperkuat kerja sama regional di bidang kemanusiaan.

sumber : www.kemhan.go.id