
lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Mabes Polri melaksanakan kegiatan penelitian di Polres Tanah Bumbu dengan fokus kajian bertajuk “Penyampaian Pendapat di Muka Umum: Peran Polri dalam Penanganan Unjuk Rasa/Demonstrasi guna Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.”
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan jajaran internal Polri, tetapi juga menghadirkan berbagai unsur eksternal sebagai responden dan narasumber. Di antaranya tokoh adat, perwakilan mahasiswa, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pelibatan berbagai elemen tersebut bertujuan untuk memperoleh perspektif yang komprehensif terkait pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polres Tanah Bumbu.
Dalam pelaksanaannya, tim Puslitbang Mabes Polri melakukan pengumpulan data melalui sejumlah metode, seperti wawancara, diskusi kelompok (FGD), serta observasi langsung.
Hal ini dilakukan guna menggali informasi mendalam terkait pola penanganan aksi demonstrasi, pendekatan humanis yang diterapkan oleh personel Polri, serta sinergitas antara Polri dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan elemen mahasiswa.
Selain itu, kehadiran tokoh adat turut memberikan pandangan mengenai pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga stabilitas keamanan.
Sementara itu, peran mahasiswa menjadi representasi aspirasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum secara konstruktif.
Unsur Forkopimda juga memberikan masukan strategis terkait pentingnya koordinasi lintas sektor guna menjaga situasi tetap kondusif di tengah dinamika penyampaian aspirasi publik.
Melalui kegiatan penelitian ini, diharapkan dapat dirumuskan rekomendasi yang komprehensif untuk meningkatkan profesionalisme Polri dalam menangani unjuk rasa secara humanis, terukur, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan demikian, diharapkan tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.