
lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, mendorong pemanfaatan potensi perikanan daerah untuk memperkuat pemenuhan pangan bergizi bagi anak melalui program Sekolah Pangan yang dilaksanakan Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu di Kecamatan Kuranji.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Kuranji, Rabu (7/10/2026), tersebut membekali ibu-ibu PKK dari tujuh desa dengan pengetahuan dan keterampilan mengolah ikan menjadi menu bergizi, variatif, serta menarik bagi anak.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus mendukung penanganan stunting melalui penguatan konsumsi pangan berbasis ikan.
Dengan menghadirkan narasumber dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat, peserta memperoleh materi sekaligus menyaksikan praktik pengolahan ikan menjadi berbagai jenis makanan yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Plt Camat Kuranji, Salafuddin, berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada peserta, tetapi juga diteruskan kepada masyarakat di desa masing-masing.
“Pelatihan ini sangat penting dalam rangka Sekolah Pangan. Saya berharap ibu-ibu dapat menyimak, sehingga setelah kegiatan ini bisa dipraktikkan dan disebarluaskan kepada masyarakat,” kata Salafuddin.
Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan dengan beragam inovasi olahan ikan, mulai dari empek-empek, bola nasi ikan, mi ikan, hingga abon. Bahkan, tulang ikan juga diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi tepung sehingga pemanfaatan hasil perikanan menjadi lebih optimal.
Pengembangan berbagai menu tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan makanan bergizi bagi keluarga, sekaligus meningkatkan minat anak untuk mengonsumsi ikan.
Dorong Menu PMT Posyandu Berbasis Ikan
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu, Rahmiati Zulfah, mengatakan pelatihan Sekolah Pangan diharapkan mampu mendorong penerapan olahan ikan dalam penyediaan makanan tambahan bagi masyarakat, khususnya melalui kegiatan Posyandu.
“Harapannya ibu-ibu dapat menyerap ilmu dalam mengolah olahan ikan. Selama ini menu PMT di Posyandu kita belum banyak yang berbasis ikan. Harapannya nanti kegiatan ini bisa menjadikan menu ikan di Posyandu,” ujarnya.
Menurutnya, keterampilan mengolah ikan menjadi berbagai jenis makanan dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan sumber protein ikan kepada anak melalui menu yang lebih bervariasi.
Selain mendukung pemenuhan gizi keluarga, diversifikasi produk olahan ikan juga membuka peluang pengembangan usaha pangan rumahan yang berpotensi menambah pendapatan masyarakat.
Dengan demikian, program Sekolah Pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan gizi, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi perikanan sebagai sumber pangan sekaligus peluang ekonomi keluarga.
Kader PKK Diharapkan Tularkan Pengetahuan ke Desa
Salah satu peserta, Linda, kader PKK dari Desa Giri Mulya, Kecamatan Kuranji, mengapresiasi pelatihan tersebut karena memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini sangat membantu kami. Dari Sekolah Pangan ini maunya nanti ilmu yang didapat bisa dibawa ke masyarakat, terutama untuk di rumah, buat suami dan anak,” kata Linda.
Pengetahuan yang diperoleh para kader diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di desa masing-masing, termasuk dalam pengolahan makanan bergizi di rumah serta penyediaan makanan tambahan di Posyandu.
Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi perikanan yang besar dengan garis pantai sekitar 114 kilometer dan 31 desa yang masuk kategori desa pesisir. Potensi tersebut menjadi modal untuk memperkuat ketersediaan pangan berbasis ikan bagi masyarakat.
Melalui program Sekolah Pangan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mendorong agar hasil perikanan tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk ikan segar, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai olahan bernilai tambah yang mendukung pemenuhan gizi anak, pencegahan stunting, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.