BPBD Tanah Bumbu Tangani 52,25 Hektare Karhutla dari 29 Kejadian

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Agu 2026 20:07 29 Redaksi

lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, mencatat telah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 52,25 hektare dari 29 kejadian yang terjadi di sejumlah kecamatan.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tanah Bumbu, H. Sulhadi, mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur.

“Di Kecamatan Batulicin terdapat 14 kejadian dengan luas lahan yang terbakar mencapai 30 hektare dan tertangani seluas 14 hektare,” kata Sulhadi di Batulicin, Senin (24/8/2026).

Sementara itu, di Kecamatan Kusan Tengah tercatat 10 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 28 hektare dan tertangani seluas delapan hektare.

Selain itu, karhutla juga terjadi di Kecamatan Simpang Empat sebanyak tiga kejadian, Kecamatan Mantewe satu kejadian, dan Kecamatan Kusan Hulu satu kejadian.

Sulhadi menyebutkan, proses pemadaman melibatkan banyak pihak, di antaranya personel BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Satpol PP dan Damkar, Tim Rescue PT Jhonlin, aparat desa, serta para relawan.

Menurutnya, secara keseluruhan kasus karhutla di Tanah Bumbu masih lebih rendah dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data yang ada, luas lahan yang terbakar di Tanah Bumbu mencapai 100,75 hektare.

“Kami telah berusaha dengan maksimal dalam menangani karhutla yang terjadi di Bumi Bersujud selama musim kemarau tahun ini. Dalam hal ini kami tidak main-main. Bila ada yang terbukti melakukan pembakaran hutan atau lahan, akan diproses secara hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, dampak karhutla sangat luas, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat serta terganggunya aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, berdasarkan data pada aplikasi Sipongi, pada Senin (24/8/2026) ditemukan 35 titik panas yang tersebar di sejumlah kecamatan di Tanah Bumbu.

Rinciannya, Kecamatan Mantewe terdapat empat titik panas, Karang Bintang lima titik, Batulicin dua titik, Kusan Tengah 15 titik, Sungai Loban dua titik, Teluk Kepayang lima titik, dan Satui dua titik.

Sulhadi menjelaskan, keberadaan titik panas yang terdeteksi melalui aplikasi tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran. Petugas tetap melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan sumber panas.

“Untuk memastikan titik panas itu benar-benar api atau panas yang disebabkan oleh hal lain, petugas langsung mengecek ke lokasi dengan membawa peralatan pemadam lengkap,” jelasnya.

Menurut Sulhadi, aplikasi Sipongi memiliki tingkat keakuratan sekitar 80 persen sehingga diperlukan verifikasi langsung di lapangan.

Ia mencontohkan, pada sejumlah kejadian sebelumnya, titik panas yang terdeteksi ternyata bukan berasal dari karhutla, melainkan panas dari seng atap rumah maupun aktivitas warga yang sedang membakar sampah.

“Karena itu, setiap titik panas yang terdeteksi tetap kami lakukan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan,” pungkasnya.

LAINNYA