Pemkab Tanah Bumbu Sosialisasikan Bela Negara dan Literasi Digital di Mantewe

waktu baca 2 menit
Senin, 11 Mei 2026 11:00 118 Redaksi

lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi Bela Negara, Karakter Bangsa, Bhinneka Tunggal Ika, dan Kewarganegaraan di Era Digitalisasi di MTs Nurul Wathan dan MA Nurul Wathan, Desa Sepakat, Kecamatan Mantewe, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menanamkan semangat nasionalisme serta memperkuat karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Nahrul Fajeri mengatakan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi agar para siswa memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Proklamasi Kemerdekaan, NKRI, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di era digital.

Sosialisasi menghadirkan narasumber Kabid Kesatuan Bangsa pada Bakesbangpol Tanah Bumbu Ida Romundang Lubis dan Kasubbid Kewaspadaan Dini dan Penanganan Konflik Sosial Fatmadi Anas.

Dalam pemaparannya, Ida Romundang Lubis menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia harus terus dijaga persatuannya, termasuk di ruang digital.

Ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di era digital seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, cyberbullying, hingga polarisasi di media sosial.

Untuk menangkal hoaks, para pelajar diminta lebih cermat dalam menerima informasi dengan memastikan sumber berita berasal dari situs resmi, membaca informasi secara utuh, serta melakukan cross check sebelum menyebarkan informasi.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika di ruang digital, seperti menghargai perbedaan pendapat, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta menggunakan bahasa yang sopan saat berkomentar di media sosial.

“Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita tetap bersatu walaupun berbeda. Sikap toleransi harus tetap dijaga, termasuk di dunia maya,” ujar Ida.

Dalam sesi pemaparan, narasumber juga menyampaikan solusi menghadapi tantangan era digital bagi remaja, di antaranya meningkatkan literasi digital, memanfaatkan internet untuk karya dan prestasi, serta menjadi pengguna media sosial yang bijak dan beretika.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekcam Mantewe, UPTD Dinas KB, Kementerian Agama, Puskesmas Mantewe, Kepala Desa Sepakat beserta Ketua PKK dan anggota, Ketua Yayasan, para guru, serta siswa-siswi MTs dan MA Nurul Wathan. Acara berlangsung tertib, interaktif, dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.

LAINNYA