Pemkab Tanah Bumbu Tegaskan Komitmen Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Nov 2025 10:35 18 Redaksi

 

lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menegaskan kembali komitmennya dalam memerangi isu kekerasan yang menyasar perempuan dan anak

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2025. Kegiatan dibuka oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Asisten Administrasi Umum, M. Yamani, di Hotel Ebony Batulicin, Rabu (26/11/2025).

Dalam sambutannya yang dibacakan M. Yamani, Bupati Andi Rudi Latif mengatakan bahwa isu kekerasan merupakan persoalan kemanusiaan, moral, dan masa depan bangsa.

“Pemerintah daerah memiliki kewajiban memastikan bahwa setiap perempuan dan anak hidup aman, terlindungi, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak akan optimal tanpa dukungan lintas sektor. Oleh karena itu, Pemkab Tanbu terus memperkuat kebijakan dan layanan, termasuk penguatan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta pemberdayaan Kader PKK.

Menurutnya, Kader PKK dianggap sebagai ujung tombak karena menjadi pihak yang paling dekat dengan keluarga dan memahami dinamika sosial di tengah masyarakat.

“Mari kita terus perkuat koordinasi lintas sektor, baik pemerintah, pendidikan, kesehatan, aparat penegak hukum, maupun masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta sosialisasi diajak untuk menyadari bahwa bentuk kekerasan kini semakin beragam, mulai dari fisik, psikis, ekonomi, hingga kekerasan berbasis digital yang banyak menyasar anak dan remaja.

Untuk itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan pengetahuan yang diperoleh pada sosialisasi ini sebagai bekal untuk meningkatkan perlindungan, memperluas jejaring layanan, serta menyebarkan nilai-nilai kesetaraan, keamanan, dan perlindungan.

Ketua TP PKK Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, menambahkan bahwa kekerasan sering terjadi bukan karena masyarakat tidak peduli, melainkan karena kurang mengetahui tanda-tandanya, ke mana harus melapor, atau bagaimana cara mencegahnya.

Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi penting untuk mempelajari hal-hal praktis yang dapat diterapkan hingga ke tingkat desa.

Pada kesempatan itu pula, Ketua TP PKK Tanbu, Andi Irmayani, menegaskan peran penting PKK sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan keluarga.

“Ibu-ibu berkumpul di sini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk membawa pulang pengetahuan ini ke desa masing-masing, kemudian meneruskannya kepada masyarakat,” ucapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan seluruh pihak dalam mendeteksi potensi risiko, serta memberikan penanganan yang cepat dan tepat bagi para korban.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA