Dikelola Warga Binaan, Kolam Lele Lapas Batulicin Panen 51 Kg

waktu baca 3 menit
Selasa, 1 Sep 2026 09:27 158 Redaksi

lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali menunjukkan hasil pembinaan kemandirian melalui budidaya ikan lele.

Sebanyak 51 kilogram ikan lele berhasil dipanen dari kolam pembinaan Lapas Batulicin, Senin (31/08/2026). Panen tersebut menjadi bagian dari aktivitas produktif yang memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan dalam mengelola usaha perikanan.

Ikan lele dipelihara selama kurang lebih 2,5 bulan, dimulai dari penebaran benih, pemberian pakan hingga perawatan kolam secara rutin sampai mencapai ukuran panen.

Dalam proses pemeliharaan, Warga Binaan terlibat langsung dalam berbagai tahapan. Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari, disertai pemantauan dan perawatan kualitas air kolam untuk menjaga pertumbuhan ikan tetap optimal.

Setelah mencapai masa panen, sebanyak 51 kilogram lele berhasil dipanen. Seluruh hasil panen kemudian dipasarkan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pembinaan bidang perikanan.

Hasil penjualan tersebut dimanfaatkan untuk perputaran pembelian pakan serta mendukung kebutuhan operasional peralatan yang digunakan dalam kegiatan budidaya ikan lele.

Petugas Lapas Batulicin, Muhammad Subhan Abdi, mengatakan panen lele menjadi salah satu indikator bahwa program pembinaan kemandirian dapat berjalan secara produktif.

Menurutnya, keterlibatan Warga Binaan sejak penebaran benih hingga proses panen memberikan pengalaman kerja yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Panen lele ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat berjalan melalui proses yang terarah dan konsisten. Warga Binaan tidak hanya belajar memelihara ikan, tetapi juga memahami bahwa keberhasilan budidaya membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dari awal hingga panen,” ujar Muhammad Subhan Abdi.

Salah seorang Warga Binaan berinisial M mengaku mendapatkan pengalaman baru selama terlibat dalam budidaya ikan lele. Pengalaman tersebut bahkan mendorongnya untuk mempertimbangkan bidang perikanan sebagai usaha setelah bebas.

“Selama ikut mengelola lele, saya mendapatkan banyak pengalaman tentang cara merawat dan menjaga ikan sampai bisa dipanen. Kalau nanti sudah bebas, saya punya niat untuk mengembangkan bidang perikanan ini menjadi usaha karena ilmu yang saya dapat di sini bisa menjadi bekal,” ungkap M.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan pembinaan kemandirian melalui budidaya perikanan.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, bekerja dan menghasilkan sesuatu secara produktif.

“Kami mendukung setiap langkah pembinaan kemandirian yang memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan. Kami berharap tanggung jawab yang dibangun melalui kegiatan seperti budidaya lele dapat menjadi bekal positif sekaligus memberikan energi yang baik bagi keberlangsungan program pembinaan di Lapas Batulicin,” tegas Thoha.

Panen 51 kilogram lele tersebut menjadi salah satu hasil nyata pembinaan kemandirian bidang perikanan di Lapas Batulicin.

Melalui pengelolaan yang dilakukan secara berkelanjutan, kegiatan budidaya ikan diharapkan dapat terus memberikan pengalaman produktif sekaligus menjadi bekal keterampilan bagi Warga Binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

LAINNYA