
lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali membuka ruang bagi Warga Binaan untuk mendekatkan diri dengan dunia literasi melalui kehadiran perpustakaan keliling, Senin (14/09/2026).
Membawa beragam koleksi buku, kehadiran perpustakaan keliling menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk membaca, menambah pengetahuan, dan menemukan inspirasi selama menjalani masa pembinaan.
Satu unit bus perpustakaan keliling terparkir di depan Klinik Paripurna Lapas Batulicin dengan membawa berbagai koleksi bacaan. Fasilitas berupa meja dan kursi turut disediakan sehingga Warga Binaan dapat menikmati buku dalam suasana membaca yang nyaman dan santai.
Begitu layanan dibuka, antusiasme Warga Binaan langsung terlihat dengan mendatangi bus perpustakaan keliling untuk memilih buku yang menarik perhatian mereka. Kehadiran koleksi bacaan tersebut juga menjadi magnet tersendiri bagi jajaran petugas yang turut memanfaatkan kesempatan untuk membaca di sela aktivitas.
Kehadiran perpustakaan keliling merupakan hasil sinergi Lapas Batulicin bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses bacaan yang lebih dekat sekaligus mendorong semangat literasi sebagai salah satu sarana pengembangan wawasan Warga Binaan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menyambut baik kehadiran perpustakaan keliling yang memberikan tambahan pilihan bacaan bagi Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang positif untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan memperluas wawasan selama menjalani pembinaan.
“Kami sangat senang dengan kehadiran perpustakaan keliling di Lapas Batulicin. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin sehingga semakin banyak Warga Binaan yang termotivasi untuk membaca, menambah pengetahuan, dan memanfaatkan waktu pembinaan dengan kegiatan yang positif,” ujar Harry Indrawan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, menjelaskan bahwa kunjungan perpustakaan keliling merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat, termasuk Warga Binaan di Lapas Batulicin. Menurutnya, akses terhadap buku penting untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang memperoleh pengetahuan dan wawasan melalui bahan bacaan yang tersedia.
“Perpustakaan keliling ini menjadi salah satu bentuk layanan dan kunjungan kami untuk mendekatkan bahan bacaan kepada Warga Binaan. Kami berharap koleksi yang dibawa dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan minat baca, menambah wawasan, serta memberikan inspirasi selama mereka menjalani masa pembinaan,” ungkapnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial M, mengaku senang dengan kehadiran perpustakaan keliling karena memberikan pilihan bacaan yang lebih beragam. Baginya, buku-buku yang tersedia tidak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Saya senang ada perpustakaan keliling karena bukunya cukup beragam dan banyak judul yang menarik. Membaca membuat saya mendapatkan pengetahuan baru dan inspirasi yang bisa menjadi bekal untuk menjalani kehidupan setelah selesai masa pembinaan,” ungkap M.
Kehadiran perpustakaan keliling di Lapas Batulicin menunjukkan bahwa akses terhadap buku dapat menjadi bagian sederhana namun bermakna dalam proses pembinaan. Melalui sinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu, Lapas Batulicin terus membuka ruang agar Warga Binaan dapat tumbuh melalui pengetahuan, membaca, dan inspirasi yang mereka temukan dari setiap halaman buku.