Sapu Tiga Emas di Kejurnas, Tinju Putri Kalsel Disiapkan Menuju PON 2028

waktu baca 3 menit
Jumat, 30 Okt 2026 07:35 36 Redaksi

 

lugasnusantara.co.id, BANJARMASIN – Prestasi gemilang petinju putri Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir 2026 menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.

Cabang olahraga tinju Kalsel akan mengintensifkan pembinaan atlet putri sebagai salah satu andalan peraih medali, tanpa mengesampingkan peningkatan kualitas petinju putra.

Langkah tersebut didasarkan pada hasil Kejurnas Tinju Amatir 2026 Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) yang berlangsung di Pluit Village Mall, Jakarta, pada 19–25 Oktober 2026.

Dalam kejuaraan itu, kontingen Kalsel membawa pulang 13 medali, terdiri dari tiga emas, lima perak, dan lima perunggu. Seluruh medali emas berhasil disumbangkan petinju putri.

Tiga emas tersebut diraih Beatrix Suguro pada kelas 52 kilogram putri, Haliza Nahdya di kelas 50 kilogram youth putri, serta Felicia Abela Jasmini Ho pada kelas 60 kilogram junior putri.

Hasil ini memperlihatkan potensi atlet putri Banua untuk terus dikembangkan agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi lebih besar pada kejuaraan nasional mendatang.

Pelatih tinju Kalsel, Simeon Tamelab, mengatakan kejurnas tersebut menjadi tolok ukur kemampuan atlet sekaligus bahan evaluasi terhadap efektivitas pembinaan yang selama ini berjalan. Menurutnya, potensi petinju putri cukup menjanjikan, didukung tingginya animo perempuan yang mengikuti latihan tinju di Kalimantan Selatan.

“Persaingan di kelompok putri tidak seketat di putra, jadi peluang meraih medali di tingkat nasional cukup besar. Nantinya kita akan melakukan pembinaan secara intensif. Apalagi animo perempuan yang berlatih tinju cukup banyak di Banua,” ujar Simeon, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, pembinaan petinju putri selanjutnya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknik, konsistensi latihan, serta penambahan pengalaman bertanding. Para atlet muda perlu diberikan kesempatan tampil dalam kompetisi regional maupun nasional agar semakin siap menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Meski demikian, pembinaan atlet putra tetap menjadi bagian penting dalam strategi tim tinju Kalsel. Simeon menilai kemampuan teknik para petinju putra sudah cukup baik, tetapi masih membutuhkan penguatan mental bertanding dan pengalaman berlaga di tingkat nasional.

“Kalau petinju putra secara teknis cukup bagus, perlu diperkuat mental tanding dan jam terbang berlaga di tingkat nasional,” katanya.

Sebagai tindak lanjut evaluasi kejurnas, tim pelatih akan memperbanyak uji tanding di dalam maupun luar Kalimantan, terutama untuk meningkatkan kesiapan petinju putra. Program tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda kualifikasi dan seleksi menuju PON, termasuk ajang bela diri pada April 2027 dan babak kualifikasi PON pada Oktober 2027.

Melalui pembinaan yang lebih terarah, peningkatan jam terbang, dan evaluasi berkelanjutan, tinju Kalsel menargetkan dapat meloloskan lebih banyak atlet putra maupun putri ke PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur.

“Capaian di kejurnas menjadi modal awal bagi Banua untuk memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan peluang meraih prestasi pada pesta olahraga nasional tersebut,” pungkasnya.

LAINNYA