Pelaku Usaha Mikro di Polewali Marajae Dapat Pelatihan Pengembangan Usaha dari Pemkab Tanah Bumbu

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 16:41 217 Redaksi

lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Pelaku Usaha Mikro di Desa Polewali Marajae, Kecamatan Batulicin, mendapat Pelatihan Pengembangan Usaha Mikro yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di Aula Kantor Desa Polewali Marajae, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dalam berbagai aspek usaha, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga pemanfaatan desain dan teknologi untuk mendukung kemajuan usaha.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri), Eryanto Rais, yang disampaikan Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Rhani Patih, mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Menurutnya, peningkatan kompetensi pelaku usaha sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses pasar.

“Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui peningkatan kompetensi pelaku usaha mikro,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui pelatihan tersebut diharapkan para pelaku usaha dapat memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan usaha yang lebih baik, mulai dari pengolahan produk, desain kemasan yang menarik, pemanfaatan teknologi digital, hingga strategi memperluas jaringan pemasaran.

Sementara itu, Kepala Desa Polewali Marajae, Abdul Razak, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang telah menghadirkan program pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat desa.

“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para pelaku usaha mikro sehingga ilmu yang diperoleh bisa diterapkan untuk mengembangkan usaha yang dimiliki,” katanya.

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Salah satunya Aidatul Khoiriatis Sakdiyah, pelaku usaha yang membagikan pengalaman dan strategi pemasaran produk, termasuk pentingnya kemasan yang menarik sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Selain itu, Dwi Ahmad Nur dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanah Bumbu menyampaikan materi mengenai produk perizinan dan penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko.

Dalam pemaparannya, ia memberikan pemahaman kepada peserta mengenai klasifikasi pelaku usaha berdasarkan skala usaha, berbagai jenis perizinan yang diperlukan, serta tata cara pendaftaran melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB).

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap pelaku usaha mikro di desa dapat semakin berkembang, memiliki legalitas usaha yang jelas, serta mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA