Abdul Rahim Serap Aspirasi Warga Segumbang, Masalah PJU hingga Transportasi Pulau Sewangi Mengemuka

waktu baca 3 menit
Kamis, 4 Des 2025 23:59 11 Redaksi

lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Abdul Rahim, melaksanakan kegiatan reses di Desa Segumbang, Kecamatan Batulicin, Selasa (02/12/25). Melalui agenda ini, masyarakat diberi kesempatan luas untuk menyampaikan berbagai keluhan serta kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.

Abdul Rahim menjelaskan bahwa reses menjadi sarana resmi bagi warga untuk menyampaikan aspirasi yang nantinya akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme pemerintahan daerah. “Reses ini adalah waktu bagi masyarakat untuk menyampaikan apa yang perlu dibenahi dan diperjuangkan,” ujarnya.

PJU Sering Mati Jadi Keluhan Utama Warga Segumbang

Salah satu keluhan yang mencuat berasal dari RT 2 Desa Segumbang terkait lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sering mati. Menanggapi hal tersebut, Abdul Rohim menegaskan bahwa ia akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).

“Terkait masalah PJU, Insyaallah hari ini saya akan telepon Kepala Dinas Perkim karena masalahnya sedikit, hanya mati lampu dan tinggal memperbaiki,” ungkapnya.

Pulau Sewangi Minta Akses Jalan dan Speedboat

Aspirasi juga datang dari perwakilan masyarakat Pulau Sewangi. Warga meminta pembangunan akses jalan dan penyediaan speedboat sebagai sarana transportasi utama wilayah kepulauan tersebut. Mereka menilai transportasi sangat dibutuhkan, terlebih ketika menerima kunjungan tamu dari berbagai daerah.

“Kami minta transport, yaitu speedboat. Karena kita di sana namanya juga pulau, sering kedatangan tamu dari provinsi, pusat, kelurahan atau kecamatan. Mereka sering minta transport,” kata salah satu perwakilan warga.

Terkait hal itu, Abdul Rahim menjelaskan bahwa aspirasi dari Pulau Sewangi sudah beberapa kali diusulkan melalui Musrenbang maupun forum DPRD. Ia menambahkan bahwa Musrenbang memiliki prioritas lebih karena terkait langsung dengan visi dan misi Bupati Tanah Bumbu. Meski sudah terdaftar di Bappeda, waktu realisasi program masih menunggu kesiapan anggaran daerah.

Masalah Air Bersih Masih Terjadi

Keluhan lain yang muncul adalah terkait layanan air bersih dari PDAM. Warga mengungkapkan bahwa meski pembayaran tetap tinggi, pasokan air ke jalur dermaga RT 1 sering tidak mengalir. Pasokan sempat membaik setelah ditangani, namun hanya bertahan selama dua hari.

Menurut Abdul Rahim, ketimpangan distribusi air masih terjadi, terutama di gang-gang sempit. “Banyak yang airnya mati di dalam gang, sedangkan yang di pinggir jalan rata-rata hidup,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa setelah pembangunan penampungan air di Gunung Tinggi selesai, suplai air di Batulicin, Kusan Tengah, dan Kusan Raya diharapkan lebih stabil.

Harapan untuk Perhatian Lebih dari Pemerintah Daerah

Menutup kegiatan reses, Abdul Rahim berharap agar pemerintah daerah, khususnya Bupati, dapat memberikan perhatian lebih terhadap berbagai kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

“Kami berharap apa yang menjadi keluhan masyarakat segera bisa ditindaklanjuti dan mendapat perhatian serius,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA