Kasus Kecelakaan Maut di Mantewe Masih Diselidiki, Polisi Segera Rilis Hasil

waktu baca 2 menit
Kamis, 6 Agu 2026 18:22 349 Redaksi

lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Lima hari setelah kecelakaan maut di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, Kecamatan Mantewe, yang menewaskan tujuh orang, Polres Tanah Bumbu hingga kini belum mengumumkan hasil penyelidikan terkait penyebab insiden tersebut.

Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu, AKP Eko Guntar, mengatakan pihaknya masih menyiapkan rilis resmi mengenai hasil penyelidikan.

“Mohon waktu ya. Kami rencana akan release,” ujar AKP Eko Guntar, Kamis (6/8).

Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (1/8) itu melibatkan sebuah mobil pikap dan truk tangki. Akibat peristiwa tersebut, tujuh orang meninggal dunia, terdiri atas lima mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), seorang anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, serta sopir truk tangki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan mahasiswa bersama anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi saat itu sedang menuju kawasan wisata Sungai Alut menggunakan mobil pikap milik desa. Di tengah perjalanan, kendaraan yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk tangki. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.

Sementara itu, pihak PT Kharisma Kaisar Batulicin membenarkan bahwa truk tangki yang terlibat dalam kecelakaan merupakan armada milik perusahaan. Namun, perusahaan menyatakan saat kejadian kendaraan tersebut tidak dikemudikan oleh sopir resmi, melainkan oleh anak sopir yang sehari-hari bekerja sebagai kernet.

Manajemen menjelaskan pergantian pengemudi dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Menurut perusahaan, kendaraan pengangkut bahan bakar hanya boleh dioperasikan oleh pengemudi yang memiliki sertifikasi dan kompetensi sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian masih melengkapi proses penyelidikan sebelum menyampaikan hasil resmi kepada publik.

LAINNYA