PT Air Minum Bersujud Jelaskan Penyebab Air Tak Langsung Mengalir Usai Listrik Menyala

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Agu 2026 09:22 82 Redaksi

lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – PT Air Minum Bersujud menjelaskan penyebab layanan air bersih di Kabupaten Tanah Bumbu tidak dapat langsung kembali normal meski pasokan listrik telah menyala. Hal itu karena seluruh proses produksi hingga distribusi air bersih bergantung sepenuhnya pada tenaga listrik.

Penjelasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT Air Minum Bersujud, Dwi Dibyo Raharjo, saat mengikuti rapat kerja bersama DPRD Kabupaten Tanah Bumbu yang juga dihadiri pihak PLN Batulicin serta perwakilan pelaku UMKM, Selasa (4/8/2026).

Dwi menjelaskan proses penyediaan air bersih diawali dengan pengambilan air baku dari Sungai Karang Bintang menggunakan pompa menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA). Setelah melalui proses pengolahan, sebagian air langsung disalurkan kepada pelanggan, sementara sisanya dialirkan melalui pipa transmisi menuju Booster Pal 4 Kompi dan Booster Batulicin untuk meningkatkan tekanan air ke wilayah yang lebih tinggi maupun daerah yang jauh dari instalasi.

“Setiap tahapan tersebut menggunakan pompa listrik. Apabila listrik padam, seluruh pompa berhenti bekerja sehingga air tidak dapat diproduksi maupun didistribusikan,” ujar Dwi.

Ia mengatakan, dengan jaringan perpipaan yang membentang sekitar 434 kilometer, proses pemulihan layanan memerlukan waktu. Setelah listrik kembali menyala, seluruh jaringan pipa harus diisi kembali secara bertahap hingga tekanan air stabil dan dapat mengalir ke rumah-rumah pelanggan.

“Pelayanan air berbeda dengan pelayanan listrik. Ketika listrik kembali menyala, air tidak bisa langsung mengalir karena sistem harus dinormalisasi terlebih dahulu,” tambahnya.

Selain bergantung pada pasokan listrik, operasional perusahaan juga menghadapi tantangan saat musim hujan. Tingginya tingkat kekeruhan air baku di Sungai Karang Bintang menyebabkan proses pengolahan menjadi lebih berat, meningkatkan kebutuhan bahan kimia, hingga mengharuskan penurunan kapasitas produksi demi menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat.

Menurutnya, apabila kondisi kekeruhan tinggi terjadi bersamaan dengan pemadaman listrik, maka waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan layanan akan semakin lama.

Sebagai langkah antisipasi, PT Air Minum Bersujud terus melakukan berbagai upaya pembenahan, di antaranya menyiapkan genset cadangan, merehabilitasi jaringan pipa, serta mengoptimalkan kapasitas instalasi pengolahan air agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin andal.

LAINNYA