Bupati Andi Rudi Latif Resmi Buka MPLS SR Terintegrasi 1 Tanah Bumbu, Cita-cita Hadirkan Boarding School Terwujud Melalui program Sekolah Rakyat

waktu baca 5 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 19:45 7 Redaksi

lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (15/8/2026). Acara berlangsung di Jalan Kodeco, Desa Mekarsari, Kecamatan Simpang Empat.

Pembukaan MPLS menjadi bagian dari pelaksanaan Sekolah Rakyat Tahap 3 yang digelar serentak di sejumlah daerah di Indonesia.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu menjadi salah satu dari 25 lokasi yang melaksanakan MPLS pada tahap tersebut.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi, juga sebagai awal dari sebuah ikhtiar bersama dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanah Bumbu,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki makna khusus baginya. Sebelum menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu, ia telah memiliki cita-cita untuk menghadirkan sekolah berasrama atau boarding school bagi anak-anak Tanah Bumbu.

“Alhamdulillah, melalui program Sekolah Rakyat yang digagas Bapak Presiden Prabowo Subianto, cita-cita tersebut mendapatkan jalan untuk diwujudkan,” katanya.

Menurutnya, setelah program tersebut hadir, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu langsung bergerak untuk menyiapkan dan mengawal pelaksanaannya. Cita-cita menghadirkan sekolah berasrama bagi anak-anak daerah akhirnya dapat diwujudkan melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu.

Ia menegaskan, terwujudnya Sekolah Rakyat bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, satuan pendidikan, masyarakat, serta berbagai pihak yang memberikan dukungan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyiapan dan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini,” ungkapnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu memiliki kawasan seluas sekitar 11,2 hektare yang berlokasi di Km 10 Jalan Kodeco, Kecamatan Simpang Empat. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi Sekolah Rakyat dengan luas yang cukup besar di Kalimantan Selatan maupun Indonesia.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu memiliki 270 peserta didik, terdiri dari 90 peserta didik jenjang Sekolah Dasar, 90 peserta didik jenjang Sekolah Menengah Pertama, dan 90 peserta didik jenjang Sekolah Menengah Atas.

Bupati menegaskan, jumlah tersebut bukan sekadar angka statistik. Di balik 270 peserta didik terdapat harapan dari 270 keluarga sekaligus masa depan generasi penerus Kabupaten Tanah Bumbu yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat harus ditempatkan sebagai investasi pembangunan manusia dalam jangka panjang. Pembangunan daerah yang selama ini banyak berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam, menurutnya, perlu terus diimbangi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Investasi pada pendidikan merupakan investasi yang sangat strategis. Melalui pendidikan, kita membangun kemampuan berpikir, karakter, keterampilan, produktivitas, serta daya saing generasi penerus,” jelasnya.

Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi bagian dari transformasi pembangunan Tanah Bumbu, dari pembangunan yang bertumpu pada kekayaan sumber daya alam menuju pembangunan yang semakin bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia.

Selain itu, program Sekolah Rakyat juga memiliki dimensi sosial yang lebih luas, salah satunya sebagai instrumen untuk membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Melalui pendidikan yang terintegrasi dan dukungan terhadap kebutuhan peserta didik sesuai ketentuan program, anak-anak dari keluarga rentan diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang secara optimal. Pada saat yang sama, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi orang tua untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat kondisi ekonomi keluarga.

Keberadaan Sekolah Rakyat dengan kawasan dan jumlah peserta didik yang cukup besar juga dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kebutuhan operasional sekolah dan asrama dapat membuka peluang bagi masyarakat serta pelaku usaha lokal, antara lain dalam penyediaan bahan pangan, jasa laundry, transportasi, pemeliharaan, dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

Bupati berharap masyarakat sekitar dapat memanfaatkan peluang tersebut secara positif dan produktif. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga akan terus mendorong agar keberadaan fasilitas publik berskala besar mampu memberikan efek pengganda bagi perekonomian masyarakat dan UMKM lokal.

Kepada seluruh peserta didik, Bupati berpesan agar memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya.

“Hari ini merupakan awal dari perjalanan pendidikan kalian. Bapak Menteri Sosial Republik Indonesia berpesan bahwa kita harus disiplin, percaya diri, mandiri, serta bangga kepada orang tua,” pesannya.

Ia berharap dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter, keterampilan, kemandirian, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Bupati juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu termasuk salah satu lokasi yang siap melaksanakan MPLS pada 15 Agustus 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan Sekolah Rakyat Tahap 3 bersama 24 lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi lainnya di berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Tanah Bumbu sekaligus amanah untuk memastikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusia yang berkualitas,” tegasnya.

Ia berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu dapat menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan generasi Tanah Bumbu yang unggul, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.

LAINNYA