Dari Budidaya, Lapas Batulicin Panen 12 Gram Maggot Produktif

waktu baca 3 menit
Jumat, 14 Agu 2026 11:25 45 Redaksi

lugasnusantara.co.id, TANAH BUMBU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali menunjukkan produktivitas pembinaan kemandirian melalui budidaya maggot di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (13/08/2026). Setelah melalui tahapan budidaya dan perawatan, panen kali ini menghasilkan 12 gram maggot yang akan kembali dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Budidaya maggot dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan proses perawatan agar dapat berkembang secara optimal. Setiap gram telur maggot berpotensi dikembangkan menjadi sekitar 2 kilogram maggot apabila dikelola dengan baik.

Hasil panen selanjutnya dikembangkan kembali melalui proses penetasan telur hingga menjadi baby maggot. Siklus tersebut terus dijaga agar budidaya maggot di Lapas Batulicin dapat berlangsung produktif dan berkelanjutan.

Maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk mendukung kegiatan pembinaan kemandirian lainnya, seperti ayam petelur, bebek, dan ikan lele. Pemanfaatan tersebut menciptakan keterhubungan antarsektor pembinaan sekaligus membantu mendukung efisiensi kebutuhan pakan di lingkungan Lapas Batulicin.

Petugas Pendamping Pembinaan Lapas Batulicin, Muhammad Subhan Abdi, mengatakan pengembangan maggot dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan warga binaan dalam proses perawatan dan pengelolaannya. Menurutnya, hasil budidaya tidak hanya menjadi produk tersendiri, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung program peternakan dan perikanan.

“Budidaya maggot terus kami kembangkan agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kegiatan ayam, bebek, dan ikan lele. Prosesnya kami jaga secara berkelanjutan sehingga setiap hasil panen dapat kembali dikembangkan,” ujar Muhammad Subhan Abdi.

Salah seorang warga binaan berinisial H mengatakan dirinya bersama warga binaan lainnya siap menjaga keberlanjutan budidaya maggot sebagai bagian dari kegiatan pembinaan yang produktif. Menurutnya, pengelolaan yang konsisten dapat menjadikan maggot sebagai sumber pakan yang terus memberikan manfaat bagi berbagai sektor pembinaan di Lapas Batulicin.

“Kami siap menjaga dan mengembangkan budidaya maggot ini agar terus memberikan manfaat bagi Lapas Batulicin. Setiap proses yang kami jalani menjadi tanggung jawab untuk menjaga produktivitas maggot sekaligus mendukung kebutuhan pakan bagi kegiatan peternakan dan perikanan di Lapas,” ungkap H.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyampaikan bahwa budidaya maggot menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diarahkan pada kegiatan produktif dan memiliki nilai manfaat. Ia berharap pengembangan maggot terus dilakukan sehingga mampu mendukung sektor pembinaan lainnya sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.

“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memiliki manfaat yang berkelanjutan. Budidaya maggot tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mengajarkan warga binaan tentang ketekunan, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya untuk mendukung kegiatan produktif lainnya,” tegas Thoha Yahya Umar Sidiq.

Panen 12 gram maggot menjadi bagian dari konsistensi Lapas Batulicin dalam mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis produktivitas. Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, budidaya maggot terus diarahkan menjadi sumber pakan alternatif sekaligus ruang belajar keterampilan bagi warga binaan.

LAINNYA